Awal menginjakan Kakiku di sebuah TBM "TBM RUMAH ASA"
TBM, apa itu ? itulah yang ada di benaku ketika
kawan-kawan kelasku menyebut pertama kali, maklumlah saya pribadi belum pernah
denger tentang TBM, boro-boro TMB, belajar tentang ilmu perpustakaan aj baru di
S2 ini, ya..karena saya sendiri ber-bacground pendidikan S1 dari
Pendidikan Agama Islam ya... tentu semuanya yang berkaitan dengan ilmu
perpustakaan dan informasi semuanya serba aneh dan gx nyambung gitu di telinga
saya. Rasa penasaran tentang TBM-pun semakin menjadi, sehingga membuat saya
berinisiatif untuk melakukan kunjungan di sebuah TBM yang bernama TBM Rumah Asa
yang beralamat di Karangkajen MG III/886 E RT 43 RW 11
Kelurahan Brontokusuman Kecamatan Mergangsan Kota Jogja waktu itu sekitar akhir
bulan April 2015 dengan ditemani dua cewek cantik yaitu Mbk Ifa n Sri Wahyuni
berpanasan-panasan naik Trans Jogja n habis itu jalan kaki, Amazing banget
deh..... Nah dari situ saya tau, Oh ternyata TBM itu Taman Bacaan Masyarakat
thohh... mirip perpustakaan gitu ada ruangan dan jejeran koleksi bacaan khusus
masyarakat sekitar, tapi pengelolaannya gx seformal perpustakaan
lhooo....Berikut info tentang TBM Rumah Asa.
TBM
RUMAH ASA adalah sebuah wadah sosial non
profit yang bergerak dalam kampanye literasi informasi. Cinta Baca dan
Cinta Buku adalah menu utamanya. Berdiri sejak tanggal 28 April 2008. Dengan
harapan, masa depan indah bersemai dalam balutan harapan, ikhtiar dan daya
juang. TBM Rumah Asa hadir di tengah-tengah masyarakat tepatnya di RW 11
Kampung Karangkajen Kota Yogyakarta. Secara historis merupakan tempat tumbuh
dan berkembangnya salah satu organisasi terbesar di Indonesia yaitu
Muhammadiyah. TBM Rumah Asa yang pada awalnya menempati sebuah ruang tamu yang
berukuran 2.5 x 3 m dengan jumlah koleksi sebanyak 700 eksemplar buku. Untuk
itu, terdapat inisiatif dari sekelompok ini untuk mendirikan sebuah rumah baca
yang dapat menjadi tempat wahana rekreasi ilmiah bagi masyarakat sekitar.
TBM
Rumah Asa pada awalnya menggunakan sebuah slogan “Membaca dengan hati, Menulis
dengan Hikmah, dan Bertindak dengan Makna serta Makna dan Manfaat. Untuk itu,
slogan ini mulai diganti pada awal tahun
2014 dengan “Baca, Berdaya Bersama”. TBM Rumah Asa yang pada walnnya juga
bernama TBM Rumah Dunia-Q dan berganti nama pada Mei 2011 setelah pengurus
melakukan kunjungan pada Desember 2010 ke TBM Rumah Asa Dunia milik Gola Gong
di Banten.
TBM Rumah Asa dari awal beridirianya sampai sekarang sudah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, hal ini dapat dilihat danya sebuah pengakuan dari intansi terkait megenai keberadaan organisasi ini dengan adanya bukti berupa piagam pendirian dan pengahargaan dari Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia RI.
Rumah asa merupakan
taman bacaan yang berada di tengah kota yang padat penduduknya dan memiliki
karakteristik atau tipologi masyarakat perkotaan, dan menjadi sebuah kajian
yang sangat menarik. Pada saat ini TBM Rumah Asa memiliki 1.688 anggota warga
Rumah Asa, dengan jumlah koleksi kebanyakan dari koleksi fiksi seperti novel
dan cerita anak. TBM Rumah Asa TBM Rumah Asa terdapat sebuah program-program
pelatihan yang ditawarkan kepada anggota yaitu pelatihan penulis dalam upaya
membangkitkan minat baca. Kemudian juga TBM Rumah Asa yang juga memiliki sebuah
kegiatan-kegiatan yang menarik yang selalui diadakan setiap hari minggu di pekan
kedua setiap bulanya. Berisi tema parenting
dan lifeskill yang berlangsung
secara berselang-seling. Maksimal terdiri 40 orang Ibunda.
Kemudian juga TBM Rumah
Asa memiliki sebuah program Cakrut Smart Hebat, menggunakan sebuah metode
historiografi. Setiap dua minggu sekali, dengan konsep 1 orang dewasa yang
mengampu 5 orang anak. Metode ini merupakan sebuah cerita-cerita yang bertujuan
utuk meningkatkan minat baca anak.
Dari semua
kegiatan-kegiatan yang penulis sebutkan di atas, sudah jelas bahwa kegiatan di
rumah disesuaikan dengan tingkatan umur yang terdiri dari Ibu-Ibu, anak-anak
dan sampai tingkat remaja. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan sebuah bukti bahwa
TBM Rumah Asa memberikan kontribusinya terhadap masyarakat sekitar untuk
berpartisipasi dalam upaya mengembangkan minat baca masyaraka sekitar melalui
taman baca yang telah hampir tujuh tahun berdiri.
Memang pada dasarnya
keberadaan TBM khususnya TBM Rumah Asa merupakan lembaga yang menjadi
fasilitator masyarakat dalam pengembangkan diri dan pengembangan
kelompok-kelompok masyarakat, terutama bergerak dalam upaya meningkatkan budaya
baca masyarakat. Untuk itu, kegiatan-kegiatan seperti yang sedikit diulas oleh
penulis merupakan kegiatan-kegiatan penting yang memang harus ada pada lembaga
tersebut.
Terimakasih banyak kepada TBM Rumah Asa yang telah memberikan kesempatan untuk berkunjung dan membagikan pengalaman tentang TBM kepada saya, sehingga saya lebih kenal dengan tempatnya budaya literasi informasi bagi masyarakat.
Komentar
Posting Komentar